Parking Sensor with Dekoder 74LS47

Alat yang dibuat dengan nama Parking Sensor with Dekoder 74ls47 ini memang mempunyai kelebihan dan kekurangannya yaitu :

Kelebihan

Alat  ini  dapat  digunakan  untuk mengetahui keberadaan benda saat melewati sensor dan secara otomatis palang pintu  akan menutup atau terbuka.

Kekurangan

Walaupun  alat  ini  memiliki  kelebihan  namun  alat  ini  tidak  akan  luput  dari kekurangan. Kekurangan alat ini adalah karena jangkauan sensor terbatas jadi bila ada benda yang tidak melewati sensor maka alat tidak bekerja.

Blok Diagram

Di bawah ini menjelaskan tentang fungsi dasar dari Parking Sensor with Decoder 74ls47 yang dibagi menjadi beberapa alur yang dijelaskan pada blok diagram dibawah ini:

 

Gambar Diagram Blok Rangkaian

     Dari cara kerja sistem secara keseluruhan, maka kita dapat di uraikan fungsi umum tiap-tiap blok rangkaian adalah sebagai berikut :

  1. Sensor photo dioda berfungsi untuk mendeteksi  kendaraan yang masuk dan mobil yang keluar dari tempat parkir.
  2. Mikrokontroler berfungsi untuk mengendalikan tampilan Seven Segment, infrared, berdasarkan sinyal masukan dari sebuah sensor photo dioda.
  3. Tampilan Seven Segment berfungsi untuk menunjukkan kendaraan yang melewati sensor photo dioda.
  4. Motor DC berfungsi untuk membuka atau menutup palang pintu bila ada kendaraan masuk atau keluar.
  5. Infrared berfungsi untuk mengaktifkan dan non aktifkan pembatas pada pintu masuk dan keluar berdasarkan masuk tidaknya mobil yang akan masuk dan keluar dari tempat parkir.

Analisa Blok Masukkan

     Masukan pada Rangkaian Parking Sensor with Decoder 74ls47 ini diperoleh dari sensor infra red dan photo dioda. Cara kerjanya sendiri adalah jika kondisi terhalang maka nilai hambatannya menjadi kecil bahkan dapat menyentuh angka nol dan bila kondisi tidak terhalang maka hambatannya menjadi semakin besar. Selain terdapat infrared dan photo dioda, pada blok sensor terdapat pula pembanding IC LM324. Sesuai fungsinya sebagai “pembanding” maka tegangan di kaki inverting dan kaki non inverting akan dibandingkan dengan rumus (Vb-Va x + 90% Vcc).

Analisa Blok Pembanding

     Pada blok pembanding inilah masukkan dari sensor Photo dioda dan infra red yang berupa tegangan di kaki inverting pada IC LM324 akan di bandingkan dengan tegangan yang ada di kaki non-inverting. Pada saat Sensor photo dioda dan infrared dalam keadaan terhalang maka tegangan di kaki non-inverting lebih kecil dibandingkan dengan tegangan yang ada di kaki inverting sehingga menghasilkan tegangan 0v pada kaki dan sebaliknya jika Sensor photo dioda dan infrared dalam keadaan tidak terhalang maka tegangan di kaki non-inverting lebih besar dibandingkan kaki inverting sehingga menghasilkan tegangan 90% dari catu daya yang diberikan.

Analisa Blok Proses

     Pada blok proses inilah hasil pembanding akan di proses oleh mikrokontroler. Dimana setelah masukan dari Sensor photo dioda dan infrared diproses oleh komparator (LM324) dan mendapatkan logika 1 atau 0, mikrokontroler mengolah data masukan dengan logika program, kemudian mengirimkan output pada Motor DC dan Seven Segment.

Analisa Blok Output

     Output pada rangkaian Parking Sensor with Decoder 74ls47 ini adalah aktifnya Motor DC dan Seven Segment, dimana Motor DC berfungsi untuk membuka atau menutup palang pintu bila ada kendaraan masuk atau keluar.  Sedangkan Seven Segment dengan IC decoder 74ls47 untuk mengkonversikan sinyal analog yang dikirimkan oleh mikrokontroller menjadi sinyal digital yang akan ditampilkan pada Seven Segment berfungsi untuk menunjukkan kendaraan yang melewati sensor photo dioda.

Analisa Rangkaian Secara Detail

     Dibawah ini merupakan pembahasan mengenai analisa rangkaian secara detail rangkaian Parking Sensor with Decoder 74ls47 yang ditunjukkan pada gambar 3.2 dan dipaparkan secara lebih rinci:

Gambar Rangkaian Parking Sensor with Decoder 74ls47

     Dalam hal ini cara kerja mikrokontroler AT 89s52 dan LM324  hampir sama dengan otak manusia, mikrokontroler akan mengendalikan seluruh rangkaian. Agar dapat mengerjakan suatu perintah maka mikrokontroler harus di isi program dahulu.

Mikrokontroler AT 89s52 dan LM324 hanya memerlukan tambahan 2 kapasitor, 9 resistor dan 1 trimpot. Trimpot yang bermuatan 50k. yang di pakai untuk mengatur besar  kecilnya tegangan yang dipakai oleh kedua sensor. Kapasitor non polar 33 pF dan  kapasitor polar 10µF. Dan resistor 50 ohm di pakai untuk membentuk rangkaian reset dimana rangkaian ini pada saat pertama kali catu daya di hidupkan, akan mereset rangkaian mikrokontroler sehingga program di pastikan akan bekerja dari awal. Prinsip kerja rangkaian reset adalah proses pengisian kapasitor yang di tunda oleh sebuah resistor sehingga pada saat pengisian kapasitor akan terjadi proses keadaan dari tegangan rendah (low) ke tegangan tinggi (high), keadaan inilah yang akan mereset rangkaian mikrokontroler.

     Masukan pada Rangkaian Parking Sensor with Decoder 74ls47 ini diperoleh dari sensor infra red dan photo dioda. Cara kerjanya sendiri adalah jika kondisi terhalang maka nilai hambatannya menjadi kecil bahkan dapat menyentuh angka nol dan bila kondisi tidak terhalang maka hambatannya menjadi semakin besar. Selain terdapat infrared dan photo dioda, pada blok sensor terdapat pula pembanding IC LM324. Sesuai fungsinya sebagai “pembanding” maka tegangan di kaki inverting dan kaki non inverting akan dibandingkan dengan rumus (Vb-Va x + 90% Vcc).

Dari pembanding masukkan maka hasil yang didapatkan adalah logika 1 atau 0, lalu mikrokontroler mengolah data masukan dengan logika program, kemudian mengirimkan output pada Motor DC dan Seven Segment.

 

 CARA PENGOPERASIAN ALAT

Berikut ini adalah cara pengoperasian alat Parking Sensor with Decoder 74ls47, yaitu:

  1. Menghubungkan adaptor dengan stop kontak (tegangan PLN 220v). Jika     memang telah terhubung dengan benar perhatikan dahulu kabel adaptor, pastikan berada di tempat yang aman.
  2. Memberikan +12v DC dari adaptor ke rangkaian dan minimum system.
  3. Memberikan kondisi kepada sensor photo dioda dan infrared, lalu mengamati perubahan tampilan output pada Motor DC dan Seven Segment.
  4. Untuk kondisi terhalang, dapat manghalangi sensor photo doda dan infrared dengan menggunakan steorofom, karton,  kayu, maupun telapak tangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang dunungresmintoko

yang jelas gue orangnya baik hati,,
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s